Hari ini aku menelusuri jejak-jejakku diantara pohon-pohon rindang yang menjulang, melihat awan dengan mendung putih bergulung diangkasa. Aku terduduk diantara batang pohon yang tumbang, menerawang jauh entah tak terbatas. Kembali tinggi mengingat masa silam, terduduk disamping rel kereta. Mungkin ini yang dinamakan tak searah. Mungkin juga ini yang dimanakan sebuah asa yang terlupa. “andi” panggilku dalam hati, Dia menoleh, ajaib bukan. Aku tersenyum sinis padanya. Balasnya pun tak beda jauh denganku. Aku berjalan melewatinya. “Apa-apaan ini?” katanya lirih. “Senakmu memanggilku dan tak mengatakan apa-apa?’ Aku tersenyum, “Idih GR, siapa juga yang memanggilmu. Apa kamu mendengar suaraku memanggilmu?” Dia terdiam, rasakan pembalasanku. Kamu fikir aku tidak bisa membalasmu. Ya.. ini sedikit aneh. Tampa bicara pun aku dapat mendengar apa yang dia katakan sebaliknya dia pun dapat mendengar apa yang aku katakan. Aku tak tau apa dia memiliki telepati, atau di...