Langsung ke konten utama

Postingan

Imtaq dan Iptak

IMTAQ DAN IPTAK Imtaq merupakan singkatan dari iman dan taqwa, sedangkan iptek adalah singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Saya rasa padanan kata ini tidak asing lagi bagi kita. Iman dan taqwa bersumber dari hati sebagai bentuk hubungan positif manusia dengan Tuhannya. ’Imtaq pada diri seseorang menunjuk kepada integritas seseorang kepada Tuhannya Mantan Presiden RI, Bapak B. J. Habibie pernah berkata, “Sumber daya manusia yang mempunyai iman dan taqwa harus serentak menguasai, mendalami, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)," Kemudian beliau melanjutkan, "Seseorang tidak cukup beragama atau berbudaya saja, karena hanya akan menjadi orang yang baik. Sebaliknya, tidak cukup pula seseorang mendalami ilmu pengetahuan saja, karena hanya akan menjadikannya sosok yang menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan," katanya. Ingat bahwa kita adalah mahasiswa. Rangkaian kata yang selalu mengiringi kata mahasiswa adalah “the agent of change”. Kita...

Cerpen : Lebih lucu dibanding badut Ancol

Hari ini hujan dan seperti biasa aku menikmati hujan itu. Semua dengan Guntur dan kilatnya yang menyambar-nyambar. Air hujan yang masuk candela yang aku buka, dengan membawa debu pepohonan yang terbawa air hujan. Sepertinya aku sudah mulai muak dengan dengan peran yang aku ambil dalam hidupku. Ya… kenapa ? ada yang salah. Tidak ! setiap orang berhak mengambil peran yang dia sukai. Baik dia ingin jadi seorang antagonis atau seorang protagonist atau bahkan seorang tritagonis. Ini semua seperti halnya drama sekolah. Setiap siswa dalam kelompok itu akan memiliki peran. Aku lebih memilih jadi seorang antagonis. Jawabnya simple karna antagonis itu lebih menyenangkan dia akan selalu bertindak semaunya, dapat berteriak seenaknya. Sedang protagonist, dia hanya akn merasa tersiksa. Oke.. itu hanya sebuah kilasan membosankan tentang sebuah peran. Kurang satu lagi. Tritagonis seorang pemeran yang hanya akan menjadi figuran dan numpang lewat. Aku tidak mau seperti tritagonis. Hidup itu b...

Cerpen : Si Kleptomania lagi SIALLL

“Sial” gumamku dalam hati, aku berjalan semakin cepat. Baru kali ini aku dikejar orang. Dia berteriak memanggilku. “Mbak, berenti !” dia mulai berlari mengejarku. aku pun angkat kaki dan mulai berlari semampuku. Tak sedikit pun aku toleh orang itu. Dia terus saja berteriak memangil “Mbak.. mbak”. Dasar tukang bakso, sialan. Jantungku mulai berdegup dengan kencang. Aku melihat ada sebuah taxi yang markir dipinggir jalan, tak ambil pusing aku naik taxi itu dan menyuruh sopirnya tancap gas. Aku lihat orang itu masi berteriak “Mbak” dan menyuruhku berhenti. Dasar tukang bakso “goblok”. Aku mengeluarkan sendok dari dalam tas kecil yang dari tadi aku gendong. Aku menyuruh, supir taxi itu berhenti di depan rumahku. Setelah memberi uang pada sopir taxi itu. Aku langsung masuk kedalam rumah, dan langsung menuju kamarku. Aku membuka laci di dalam lemariku. Ini sendok ke-1230 yang telah aku curi. Konyol memang, tapi entah lah..? aku menyukainya. Aku ingin tertawa saat mengingat kejad...

Puisi : Sadgenic

Andai jatuh itu mudah, pasti hatiku tidak lebam sendiri seperti ini. Ini lebab karena tanda tanya. Iya aku pasrah ditinju tanda tanya. Inginku tumbuk tanda tanya itu. Lalu diseduh dengan gula dan kopi. Terlarut dalam cangkir dan kusesap hingga tetes terahir. Jika kamu ingin tau, jumlah tanda tanya dikepalaku ini rasanya sebanding dengan jumlah bayanganmu di thalamus. Boleh minta tolong untuk terahir kali ? Beri aku satu pasti dan semua tanda tanya akan mati.

Just Write : About Love

Apa ada yang salah? Tidak, saya masi percaya dengan yang namanya cinta. Mana mungkin seorang hidup tampa cinta. Saya masi percaya dengan cinta Tuhan, cinta Rasul, cinta orang tua saya dan cinta saudara saya. Saya masi percaya itu, namun saya sedikit tak percaya dengan yang namanya cinta seorang kekasi pada kekasihnya. Disini tak ada yang melarang saya boleh mempercayai cinta yang mana. Atau saya mengjak kalian untuk mengikuti prinsip cinta saya. Saya sendiri tak mengerti cinta itu seperti apa. Yang saya tau cinta adalah rela mengorbankan apa pun demi yang dia cintai. Walau pun dia tak akan mendapat apa-apa dari yang dia lakukan. Itu menurut saya diskripsi cinta yang lebih condong pada kasi sayang. Mungkin itu cinta yang mendiskipsikan cinta orang tua pada kita. Namun, jika seandainya orang tua kalian tidak mencintai kalian seperti itu semua kembali pada masalah anda masing-masing. Tak ubahnya cinta Tuhan pada makluknya, ada kalanya kita mengelak cinta Tuhan kekita. Fi...