Langsung ke konten utama

Just Write : Sebutir semangat


Tersenyum lha untuk semua
Tersenyum lha untuk Tuhan
Tersenyum lha untuk dirimu
Dan
Tertawa lha utuk hidup ini

Semua akan cepat berakhir penderitaan ini. Kegilaan ini, dan semua yang membuatmu muak akan semua. Aku tak akan pernah percaya dengan sad ending. Tak akan pernah percaya. Karna Tuhan tak perna menuliskan itu untuk hidupku dan hidup kalian.

Yang membuat kita menilai apa kah itu sad ending ato happy ending hanya kebisaan kita melihat dunia. Kebiasaan kita membeda-bedakan kebahagiaan dan kesedihan. Tuhan tak perna ingin kita menjadi seorang khalifah yang lemah, Tuhan ingin membuat kita menjadi seorang yang kuat. Kita akan berusaha, tak ada usaha yang mudah. Tak ada kebagiaan diawal cerita, dan tak ada perjuangan yang membuat kita tak lelah.

Kita akan kaya dengan semua yang diberikan Tuhan. Hanya satu kunci untuk mendapat kekayaan itu hanya denga keiklasan. Dengan berusaha dan berdo’a. Tuhan yang mengatur semua, tapi kita yang menentukan kita yang diberi pilihan.

Jadi sekarang apa yang masi ada dibenakmu?
Masikah kita terjeramah dalam kebohan yang kita buat sendiri?
Masihkan kita akan menyerah dengan semua ini?

Akan kah kita membuat orang yang kita sayangi lelah dengan kebodohan yang kita lakukan. Buat mereka bahagia, buat mereka tersenyum. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berakhir

Saat aku menulis ini mataku sudah tidak sembab lagi, iya benar. Ini tentang kamu lagi, entah ditulisan keberapa aku mengatakan memang sebaiknya kamu tidak kembali.  Sebulan lalu aku mendengar kalau kamu akhirnya menikah dengan gadis itu, gadis yang membuatku sebenarnya merasa kalah. Benar-benar kalah, karena dia yang pada akhirnya memilikimu.  Dengan banyak drama, dan yaahh. . . aku bukan wanita yang tepat untukmu. Kali ini biarkan saja aku sedikit mengingat hal-hal kecil yang selalu membuatku teringat olehmu.  "Hari ini masak apa ?"  aku selalu merindukan kata-kata seperti ini sepeleh memang, tapi ada hal yang membuatku merasa kalau masakanku yang tidak jelas ada yang menanti.  Apa kamu ingat kotak tempat makan ungu yang aku isi bekal waktu itu. Aku ingat saat itu masih pagi, dan kamu berangkat kerja. Aku mengisi kotak makan itu dengan gorengan bandeng yang sudah keras. Entah apa yang aku pikirkan saat itu.  Atau, saat aku jatuh dan kamu mengobatiku sambil...

WANITA PATAHATI

Teruntuk seorang yang berada dalam hatiku dulu dan sampai sekarang Apa kamu mengerti kenapa aku tidak pernah mengijinkamu menggandeng tanganku. Apa kamu tau kenapa aku tidak pernah meminta pertemuan yang mendesak. Apa kamu tau kenapa aku tidak pernah meminta password akun sosmendmu. Apa kamu tau kenapa aku seakan begitu cuek denganmu, seakan tidak tulus sayang denganmu. Apa kamu mengerti, hatiku melonjak ketika kamu menggandeng tanganku. Aku hanya malu, ketika wajah maluku terlihat olehmu. Dan maafkan aku ketika mengatakan “Nggak usah ngegandeng, bisakan ?” bukan aku tidak cinta. Aku hanya malu, dan itu lah alasan kenapa aku melepas tanganmu. Bukan aku tidak cinta, bukan karena itu. Aku hanya malu, wanita yang kamu kenal tegar, dan kadang tidak tau malu, tiba-tiba wajahnya jadi merah, hanya karena kamu gandeng tangannya. Apa kamu mengerti kenapa aku tidak meminta pertemuan yang lebih sering. Aku hanya mengerti kamu sibuk dengan robotmu, kampusmu, dan banyak hal lain. Bagai...

Imtaq dan Iptak

IMTAQ DAN IPTAK Imtaq merupakan singkatan dari iman dan taqwa, sedangkan iptek adalah singkatan dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Saya rasa padanan kata ini tidak asing lagi bagi kita. Iman dan taqwa bersumber dari hati sebagai bentuk hubungan positif manusia dengan Tuhannya. ’Imtaq pada diri seseorang menunjuk kepada integritas seseorang kepada Tuhannya Mantan Presiden RI, Bapak B. J. Habibie pernah berkata, “Sumber daya manusia yang mempunyai iman dan taqwa harus serentak menguasai, mendalami, dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek)," Kemudian beliau melanjutkan, "Seseorang tidak cukup beragama atau berbudaya saja, karena hanya akan menjadi orang yang baik. Sebaliknya, tidak cukup pula seseorang mendalami ilmu pengetahuan saja, karena hanya akan menjadikannya sosok yang menghalalkan segala cara dalam mencapai tujuan," katanya. Ingat bahwa kita adalah mahasiswa. Rangkaian kata yang selalu mengiringi kata mahasiswa adalah “the agent of change”. Kita...